Minggu, 30 Desember 2012

TUNJANGAN PROFESI GURU

Tunjangan Profesi Dibayar Bersama Gaji

JAKARTA– Pemerintah memberi sinyal positif terkait solusi pembayaran tunjangan profesi yang selalu telat. Rencananya tahun depan pembayarannya digabung dengan gaji bulanan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh mengatakan, pihaknya tentu lebih senang apabila tunjangan profesi dibayar setiap bulan melalui gaji.Tidak hanya soal keefektifan,itu juga lebih transparan. Dengan data rekening di bank tunjangan profesi dapat mudah diverifikasi apakah sudah tepat sasaran dan tepat jumlahnya. Mendikbud menambahkan, pembayaran tunjangan profesi melalui gaji ini dapat terlaksana apabila sudah ada pendataan yang bagus mengenai persyaratan 24 jam mengajar.

Karena itu, dia meminta tenaga pendidik yang sudah mendapatkan sertifikat harus benar-benar berkomitmen untuk memenuhi persyaratan 24 jam mengajar.Selama ini belum semua guru mampu melampauinya. “Saya tentu lebih senang jika melekat seperti gaji setiap bulannya,”katanya di Gedung Kemendikbud kemarin.

Mantan Menkominfo ini mengungkapkan, jika memang semua pihak ingin mewujudkan pembayaran tunjangan profesi melalui gaji, permasalahan utama yakni pendataan yang menjadi kewenangan kabupaten/kota harus dirapikan. Kuota beban mengajar guru sebetulnya sudah dapat diketahui awal semester.

Seperti pada semester ganjil atau periode Juni–Desember data dapat diketahui pada Mei. Sedangkan pada Januari–Mei data diturunkan pada Desember. Permasalahan lainnya, ujarnya, selama ini pembayaran tunjangan profesi langsung ditransfer ke daerah melalui dana alokasi umum (DAU).Dia pun menyayangkan keterlambatan pembayaran dari daerah.

Dengan metode DAU, sebetulnya pemerintah pusat sudah mentransfer tunjangan itu ke daerah per tiga bulan sehingga tidak ada alasan guru telat menerima hak uangnya itu. Dia meyakini, jika tunjangan tidak dibayar atau telat, guru pun tidak akan melakukan protes apabila tunjangan profesi dibayar per tiga bulan. “Problema itu ada di kabupaten/ kota. Sayangnya, kami tidak punya tangan untuk mengawasi dana yang ditransfer itu,”ungkap dia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Sulistiyo berpendapat, tunjangan profesi yang dibayar melalui gaji itu dapat dibayar jika data beban mengajar 24 jam tenaga pendidik itu sudah memenuhi tanggung jawabnya. Jika demikian, dia mengusulkan, misalnya tunjangan untuk Januari dibayar pada Februari karena datanya dihitung dulu pada Januari.

Metode ini terus dipakai untuk Februari hingga akhir tahun. Anggota DPD ini pun meminta kesediaan pemerintah kabupaten/kota memverifikasi keakuratan data pada awal tahun dan awal semester kedua dan tidak perlu untuk memeriksa setiap bulan.Pembagian tugas mengajar itu dilakukan per semester saja. “Bagaimanapun guru mempunyai beban berat yakni memastikan semua anak Indonesia ini pintar dan cerdas,”ungkapnya.

Sekretaris Jenderal PB PGRI Sahiri Hermawan menambahkan, jika tidak ada masalah, seharusnya pada Desember ini tunjangan profesi akan diturunkan kembali.Anggaran yang diposkan untuk tunjangan profesi guru tahun ini mencapai Rp30,5 triliun. Sementara bantuan untuk guru yang belum besertifikasi mencapai Rp2,8 triliun.

Menurut dia, pemantauan harus terus dilakukan karena masih banyak kepala daerah yang belum menaati Permendiknas No 34/2012 tentang Kriteria Daerah Khusus dan Pemberian Tunjangan Khusus bagi Guru. Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah setuju tunjangan profesi dibayar melalui gaji.

Sistem ini bahkan sesuai dengan amanat Pasal 31 UUD 1945 dan UU Sisdiknas No 20/2003 yang menyebutkan anggaran pendidikan dapat langsung diberikan kepada satuan pendidikan yang salah satu komponennya adalah guru. “Tunjangan ini sangat berarti bagi kesejahteraan guru.Apalagi jika melihat kesejahteraan guru di daerah terpencil atau perbatasan yang sangat buruk,”tuturnya. neneng zubaidah

TAHUN 2013 GAJI DAN TUNJANGAN GURU NAIK

Termasuk Kenaikan Gaji Pokok 10 Persen
Angin segar berhembus di kalangan guru PNS. Di tengah terpaan kabar hasil sementara uji kompetensi guru (UKG) yang jeblok, gaji dan tunjangan mereka tahun depan naik signifikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta izin DPR untuk menaikkan dana alokasi umum (DAU) pos belanja gaji guru PNS sebesar Rp 10,1 triliun.
Permintaan kenaikan anggaran untuk gaji guru PNS tadi sudah dilaporkan Kemendikbud kepada Komisi X. Kepastian usulan tadi diterima atau ditolak DPR menunggu keputusan Undang-undang APBN 2013
yang rencananya digedok akhir tahun ini.

Tren kenaikan DAU untuk belanja gaji PNS periode 2013 tentu direspon guru PNS karena meningkat dibanding periode sebelumnya. Dari rekaman Kemendikbud menyimpulkan jika anggaran gaji guru PNS periode 2011 dipatok sebesar Rp 92,59 triliun. Kemudian pada periode 2012 anggaran ini naik menjadi Rp 102,05 triliun. Selanjutnya tahun depan Kemendikbud sudah menghitung jika anggaran gaji plus tunjangan guru PNS senilai Rp 112,15 triliun. Atau naik sebesar Rp 10,1 triliun.
Wakil Mendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim di Jakarta kemarin (9/8) menuturkan, anggaran DAU ini adalah anggaran yang langsung ditransfer dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke pemerintah daerah (provinsi, kota, dan kabupaten). “Uang DAU ini tidak masuk ke rekening kita. Tetapi masih menjadi bagian dari anggaran fungsi pendidikan,” kata mantan rektor Universitas Andalas, Padang itu.
Menurut Musliar, kenaikan anggaran untuk gaji dan tunjangan guru PNS tahun depan tidak disebabkan karena ada program-program khusus. Dia mengatakan jika kenaikan anggaran gaji pegawai negeri yang super jumbo itu disebabkan karena tren inflasi, pertambahan jumlah guru PNS, dan munculnya promosi golongan kepangkatan yang berpengaruh pada gaji pokok dan tunjangan.
Selain itu, kenaikan gaji dan tunjangan guru PNS tahun juga dipicu dari jumlah anggaran fungsi pendidikan yang meningkat. Tahun ini, anggaran fungsi pendidikan dipatok sebesar Rp 289,95 triliun. Sedangkan pagu indikatif anggaran fungsi pendidikan tahun depan ditentukan sebesar Rp 315,27 triliun. Atau mengalami kenaikan Rp 25,32 triliun.
Dari perhitungan Kemendikbud terungkap jika ada kenaikan jumlah guru PNS yang lumayan besar antara periode 2012 hingga 2013. Tahun ini Kemendikbud mencatat jika jumlah guru PNS sebanyak 1.713.379 orang.
Sementara untuk tahun depan Kemendibud melansir jika jumlah guru PNS membengkak menjadi 1.757.170 orang, atau bertambah 43.791 orang. Jumlah guru tahun depan sudah dihitung sekaligus dengan proyeksi angka guru PNS yang pensiun sebanyak 26.209 orang. Selain itu juga dihitung berdasarkan rencana pengangkatan guru honorer sebanyak 70 ribu orang.
Dari jumlah guru PNS yang mencapai 1,757 juta tadi, tahun depan negara menanggung beban gaji pokok plus gaji ke-13 sebesar Rp 78,64 triliun. Beban pembayaran gaji pokok tadi naik Rp 7,75 triliun dibandingkan sekarang, di mana tahun ini beban gaji pokok plus gaji ke-13 guru PNS “hanya” Rp  70,89 triliun. Selain disebabkan karena jumlah guru PNS yang bertambah, kenaikan ini juga dihitung dari tren kenaikan gaji pokok guru rata-rata 10 persen per tahun.
Selain urusan gaji pokok, pos tunjangan guru PNS yang mengalami kenaikan lumayan besar adalah untuk tunjangan istri. Tahun ini negara memiliki beban untuk membayar tunjangan istri guru PNS sebesar Rp 6,41 triliun. Untuk tahun depan, beban negara untuk membayar tunjangan istri guru PNS naik menjari Rp 7,11 triliun. Kemendikbud mengasumsikan tahun depan ada 98% guru PNS yang sudah beristri.
Musliar mengatakan dengan terus meningkatnya DAU untuk belanja gaji guru PNS tadi bisa dimaknai bahwa perhatian pemerintah kepada para guru tidak kendor. Kondisi ini sekaligus mempertahankan hak dunia pendidikan untuk memperoleh anggaran sebesar 20 persen dari APBN.
Nah, dengan terus meningkatnya gaji serta tunjangan guru PNS ini jajaran Kemendikbud berharap para guru terus meningkatkan kualitas mereka. Para guru diminta untuk aktif mengikuti rangkaian program peningkatan kompetensi guru yang dirancang pemerintah pusat maupun daerah.
Tahun depan Kemendikbud juga tidak melupakan nasib guru-guru non PNS. Tahun depan pemerintah menganggarkan DAU sebanyak Rp 13,08 trilun untuk memperbaiki nasib guru non PNS. Uang sebanyak itu diantaranya digunakan  untuk tunjangan guru non PNS, guru binaan provinsi, dan guru daerah khusus.
Selain itu uang tadi juga digunakan untuk mendukung program wajib belajar 12 tahun atau yang diistilahkan Kemendikbud sebagai pendidikan menengah universal (PMU). Diantara pos anggaran yang bisa mendukung program PMU adalah bantuan operasional sekolah menengah (BOS-SM) dan perbaikan sarana prasarana pendidikan setingkat SMA/sederajat.(jpnn.com)

Selasa, 25 Desember 2012

P2TKDIKDAS KEMENDIKNAS




Sahabat guru yang bermaksut LOGIN Verifikasi data PTK
silahkan KLIK dibawah ini :


DIREKTORAT P2TK DIKDAS



Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
.
Kementerian Pendidikan Nasional
Gedung E. Lt. 14, Gedung C. Lt. 11
Jl. Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta 10270
Telp.Fax : 021 5725541
Website : Http:p2tkdikdas.kemdiknas.go.id

Kamis, 13 Desember 2012

MUTU PENDIDIKAN

Konsisten : Menciptakan Guru-guru Prima yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang mutu pendidikan

Pernahkah Anda membaca atau mendengar kisah Liliput? Kisah tentang seorang pria Liliput yang ingin menggelindingkan    sebuah batu ke puncak bukit. Namun batu itu tidak pernah sampai ke puncak. Begitulah kisah tentang sistem pendidikan Indonesia. Ganti rezim ganti sistem, ganti menteri ganti kebijakan. Selalu dimulai dari awal lagi. Kebanyakan kandas di tengah jalan.
Pemerintah reformasi sudah mengganti kurikulum SD-SMP-SMA-SMK dari CBSA 1994 (Cara Belajar Siswa Aktif) ke KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Tidak hanya kurikulum yang selalu berubah. Nama departemennya pun berubah sesuai selera rezim yang berkuasa. Di zaman Orla: Departemen Pendidikan dan Pengajaran, Orba: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dan Orref: Departemen Pendidikan Nasional. Pergantian nama membawa perubahan sistem dan substansi pendidikan.
Mata pelajaran yang elementer pun sering jadi korban. Misalnya, mata pelajaran Kebangsaan (Civic), Sejarah Nasional, Kebudayaan Nasional dan Budi Pekerti, dewasa ini tidak ditemukan lagi. Semestinya mata pelajaran tersebut dipertahankan untuk memelihara kesadaran berbangsa bagi setiap generasi baru Indonesia.Dewasa ini, Departemen Pendidikan Nasional—muara dari sistem pendidikan bangsa—berencana merevisi KBK atau Kurikulum 2004.    Kurikulum reformasi ini diterapkan tidak lama setelah Bambang Sudibyo ditunjuk sebagai Mendiknas. KBK sudah diuji coba di sejumlah sekolah. Kurang berhasil.
Karena itu, UU Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan pembentukan Badan Standardisasi Pendidikan Nasional (BSPN) untuk merevisi KBK agar bisa diterapkan di sekolah-sekolah pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia. KBK memuat 16 mata pelajaran dengan jam belajar lebih dari 1.000 jam setahun. Langkah pertama pimpinan BSPN Prof. Dr. Bambang Suhendro adalah memangkas jam belajar mengajar—SD cukup 35 menit, SMP 40 menit, sedangkan SMA dan SMK 45 menit per mata pelajaran.
Saat ini memang anak-anak kelebihan muatan, selain materi pelajarannya terlampau rumit, juga terlalu banyak (16 mata pelajaran). Tentu orang tua sangat terbeban karena harus membeli banyak buku dan keperluan lainnya.
Apa pun bentuk kurikulum atau perubahan yang dilakukan oleh pemerintah, guru tetap menempati posisi sentral untuk pencapaian tingkat kecerdasan anak didik. Namun citra guru yang seharusnya kompeten dan berwibawa, terkikis oleh rendahnya pendapatan dan kesejahteraan mereka. Sedangkan guru menjadi barometer maju atau mundurnya mutu pendidikan. Paling tidak, ada lima varian untuk memperoleh guru yang benar-benar prima; dedikasi, tingkat kesejahteraan, kompetensi dan sistem pengangkatan.
Seorang guru harus memiliki dedikasi tinggi pada tugas utamanya. Karena itu gaji dan tunjangan kesejahteraannya harus mencukupi kebutuhan layak, sehingga dia tidak bekerja sambilan yang bisa mengganggu konsentrasinya mengajar. Dia sendiri harus memiliki kompetensi jika ingin menghasilkan anak didik yang kompeten.  Dan dalam pengangkatan seorang guru harus benar-benar obyektif, berdasarkan jurusan pendidikan dan kompetensinya—bukan lantaran koneksi, apalagi sogokan.
Pada era 1950-an, guru sekolah rakyat (SR) harus datang ke sawah atau ladang untuk menggiring murid masuk sekolah. Karena, pada musim tanam dan panen padi banyak kelas yang kosong. Kilas balik ini hanya untuk menggambarkan betapa besarnya pengabdian guru, dan betapa rendahnya kesadaran orang tua, meskipun sekolah serba gratis.
Sekarang, sebagian besar guru di kota punya pekerjaan sampingan, memberi les privat atau mengajar rangkap di sekolah-sekolah lain, bahkan ada yang jadi tukang ojek. Guru di desa juga bekerja sambilan sebagai tukang ojek, petani atau pedagang. Mereka tidak meneladani para pendahulunya. Pengabdian guru rendah, tetapi orang tua murid punya kesadaran sangat tinggi untuk menyekolahkan anak mereka. Kendalanya, tingginya biaya pendidikan yang tak terjangkau oleh kantong mereka. Dampaknya, sama saja antara dulu dan sekarang—banyak anak usia sekolah yang tidak menikmati bangku sekolah atau keluar dari sekolah sebelum waktunya.
Idealnya, negara menanggung biaya pendidikan anak-anak dari SD sampai SMA. Kebijakan ini bisa menjembatani jurang ketidakadilan di sektor pendidikan. Karena hanya anak-anak keluarga kaya yang bisa mencapai pendidikan setinggi-tingginya. Sedangkan anak-anak keluarga miskin, paling tinggi tamat SMP, kebanyakan tamat SD.
Belum lama ini, tersebar berita gembira. Ada kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah—provinsi, kabupaten dan kota—untuk bersama-sama menanggung biaya pendidikan, paling tidak, dari SD sampai SMA dan SMK. Tetapi yang perlu diawasi oleh pemerintah dan DPR agar pendidikan benar-benar gratis. Jangan lagi ada alasan untuk mengenakan berbagai pungutan kepada orang tua murid.
Kalau ingin memperbaiki mutu pendidikan, pemerintah, paling tidak, harus memperhatikan empat hal: ciptakan guru-guru yang prima, batasi jumlah siswa, paling banyak, 20 per kelas, kurangi jam belajar, cukupi sarana dan prasarana. Tetapi pemerintah sendiri harus konsisten berpegang pada sistem pendidikan yang berkesinambungan. (Berita Indonesia 13)***

DRAFT KURIKULUM BARU 2013

Download Draft Kurikulum Baru 2013

Download Draft Kurikulum Baru 2013 - Rencana pemerintah untuk memberlakukan Kurikulum Baru di tahun 2013 tampaknya akan menjadi sebuah kepastian. Berdasarkan Draft Pengembangan Kurikulum 2013, diperoleh beberapa informasi esensial tentang berbagai usulan dan rencana perubahan yang akan dilakukan, khususnya berkaitan dengan: (1) Standar Kompetensi Lulusan; (2) Standar Proses;  (3) Standar Isi; dan (4)  Standar Penilaian.
Kurikulum Terbaru 2013
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan, pengembangan kurikulum 2013 sebagai jawaban untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia hadapi perubahan dunia. ”Pengembangan dan perubahan kurikulum ini adalah sesuatu yang lazim saja untuk menciptakan anak didik yang kompeten dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Nuh saat menyampaikan materi uji publik pengembangan kurikulum 2013 di Jakarta, Kamis.
Namun, setelah menyimak seluruh isi Draft Pengembangan Kurikulum 2013, saya tidak menemukan satu kalimat pun tentang Bimbingan dan Konseling.  Dalam hati saya bertanya: “Apakah ini suatu kesengajaan atau memang telah terjadi fatal error dalam perumusan kurikulum?” Kegelisahan dan keheranan semakin menguat setelah melihat usulan rencana perubahan dalam struktur kurikulum yang didalamnya menyebutkan “Pengembangan diri terintegrasi pada setiap matapelajaran dan ekstrakurikuler”. Terdapat juga beberapa mata pelajaran yang disatukan.
Anda ingin mengunduh materi: Draft Pengembangan Kurikulum 2013?  silahkan klik link di bawah ini:

KURIKULUM SMP TAHUN 2013

Draf Kurikulum Baru 2013 SMP - Kurikulum baru pendidikan direncanakan akan mulai diterapkan pada Juni 2013. Perubahan kurikulum akan merata pada setiap jenjang pendidikan, dari sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

Perubahan kurikulum seperti diberitakan akan berimbas pada perubahan standar kompetensi lulusan. Adapun standar kompetensi lulusan ini didasarkan pada tiga ranah, yaitu sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
10 mata pelajaran

Jumlah mata pelajaran tingkat SMP yang semula berjumlah 12 akan berkurang menjadi 10 mata pelajaran. Pada tingkatan ini, IPA dan IPS sudah muncul, tetapi tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Untuk Bahasa Inggris sudah mulai diajarkan untuk membentuk keterampilan berbahasa.

Dalam struktur kurikulum yang dijalankan saat ini, siswa SMP mendapat pembelajaran berupa teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri. Dengan adanya pengurangan mata pelajaran pada kurikulum baru, tiga mata pelajaran ini diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal akan masuk ke Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya. Sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri, tapi jadi media untuk semua mata pelajaran.

Durasi belajar di sekolah bertambah

Sama seperti pada SD, durasi belajar di sekolah untuk SMP akan bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu. Jika sebelumnya belajar selama 32 jam di sekolah, bertambah menjadi 38 jam di sekolah.

Pramuka juga wajib

Untuk ekstrakurikuler, siswa dapat memilih seperti Palang Merah Remaja (PMR), UKS, OSIS, dan berbagai kegiatan yang ditawarkan oleh sekolah. Namun, yang wajib diikuti siswa sebagai kegiatan ekstrakurikuler adalah Pramuka.

Sumber disarikan dari Draf Kurikulum Baru SMP, Ada Apa Saja?.

Sabtu, 20 Oktober 2012

MATIKA-RIA

. Garis-garis sejajar
Bila anda lihat garis-garis mendatar pada bangun persegi panjang berikut ini akan tampak tidak sejajar
Photobucket
2. Lingkaran yang bergerak memutar
Perhatikan gambar lingkaran berikut, fokuskan pandangan anda pada titik pusat lingkaran. Selanjutnya maju mundurkan wajah anda sambil tetap menatap titik pusat lingkaran. Apa yang nampak oleh anda ?
Photobucket

MOTIVASI

KUMPULAN KATA-KATA MOTIVASI DARI ORANG-ORANG YANG PENUH MOTIVASI
Berikut adalah kata-kata motivasi yang saya pungut dari tulisan-tulisan di sticker yang nempel di pantat Angkutan Umum yang bau knalpotnya nauzubillah. Dan sang pembuat sticker menyomot kata-kata itu dari berbagai sumber. Orang-orang yang saya sebut penuh motivasi, bisa datang dari komunitas manapun. Yang jelas mereka adalah orang-orang hebat. (Phytagoras, Albert Einstein, Khalil Gibran, sampai dengan Jimi Hendrix- Gitaris Rock ).
Kata-kata Motivasi: Pythagoras
Derajat kebaikan seorang hamba yang paling tinggi adalah yang hatinya dapat terpuaskan oleh Tuannya Yang Mahabenar sehingga dia tidak membutuhkan perantara antara dirinya dengan Tuannya itu.
Pythagoras mengundang teman-temannya untuk makan, tetapi ternyata pembantunya melalaikan perintahnya dan tidak menyiapkan makanan. Saat teman-temannya datang, dia tidak panik, malah tertawa. Dia berkata, “Hari ini telah kita dapatkan hal-hal yang lebih mulia daripada alasan pertemuan kita ini, yaitu menahan kemurkaan, menguasai kemarahan, menggenggam kesabaran, dan menghiasi diri dengan kelembutan.”
Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan.
Janganlah sekali-sekali engkau mempercayai kasih sayang yang datang tiba-tiba, karena dia akan meninggalkanmu dengan tiba-tiba juga.
Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Dan janganlah sekali-sekali engkau menjadi pemenang tetapi zalim.
Jangan membanggakan apa yang telah engkau lakukan hari ini, sebab engkau tidak akan tahu apa yang akan diberikan hari esok.

KEMENDIKBUD

Tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

SEJARAH
Awal Kemerdekaan (1945-1950)
Pada prakemerdekaan pendidikan bukan untuk mencerdaskan kaum pribumi, melainkan lebih pada kepentingan kolonial penjajah. Pada bagian ini, semangat menggeloraan ke-Indonesia-an begitu kental sebagai bagian dari membangun identitas diri sebagai bangsa merdeka. Karena itu tidaklah berlebihan jika instruksi menteri saat itu pun berkait dengan upaya memompa semangat perjuangan dengan mewajibkan bagi sekolah untuk mengibarkan sang merah putih setiap hari di halaman sekolah, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga menghapuskan nyanyian Jepang Kimigayo.
Organisasi kementerian yang saat itu masih bernama Kementerian Pengajaran pun masih sangat sederhana. Tapi kesadaran untuk menyiapkan kurikulum sudah dilakukan. Menteri Pengajaran yang pertama dalam sejarah Republik Indonesia adalah Ki Hadjar Dewantara. Pada Kabinet Syahrir I, Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Mulia. Mr. Mulia melakukan berbagai langkah seperti meneruskan kebijakan menteri sebelumnya di bidang kurikulum berwawasan kebangsaan, memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan, serta menambah jumlah pengajar.
Pada Kabinet Syahrir II, Menteri Pengajaran dijabat Muhammad Sjafei sampai tanggal 2 Oktober 1946. Selanjutnya Menteri Pengajaran dipercayakan kepada Mr. Soewandi hingga 27 Juni 1947. Pada era kepemimpinan Mr. Soewandi ini terbentuk Panitia Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia yang diketuai Ki Hadjar Dewantara. Panitia ini bertujuan meletakkan dasar-dasar dan susunan pengajaran baru.
Era Demokrasi Liberal (1951-1959)
Dapat dikatakan pada masa ini stabilitas politik menjadi sesuatu yang langka, demikian halnya dengan program yang bisa dijadikan tonggak, tidak bisa dideskripsikan dengan baik. Selama masa demokrasi liberal, sekitar sembilan tahun, telah terjadi tujuh kali pergantian kabinet. Kabinet Natsir yang terbentuk tanggal 6 September 1950, menunjuk Dr. Bahder Johan sebagai Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan (PP dan K). Mulai bulan April 1951 Kabinet Natsir digantikan Kabinet Sukiman yang menunjuk Mr. Wongsonegoro sebagai Menteri PP dan K. Selanjutnya Dr. Bahder Johan menjabat Menteri PP dan K sekali lagi, kemudian digantikan Mr. Mohammad Yamin, RM. Soewandi, Ki Sarino Mangunpranoto, dan Prof. Dr. Prijono.
Pada periode ini, kebijakan pendidikan merupakan kelanjutan kebijakan menteri periode sebelumnya. Yang menonjol pada era ini adalah lahirnya payung hukum legal formal di bidang pendidikan yaitu UU Pokok Pendidikan Nomor 4 Tahun 1950.
Era Demokrasi Terpimpin (1959-1966)
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 mengakhiri era demokrasi parlementer, digantikan era demokrasi terpimpin. Di era demokrasi terpimpin banyak ujian yang menimpa bangsa Indonesia. Konfrontasi dengan Belanda dalam masalah Irian Barat, sampai peristiwa G30S/PKI menjadi ujian berat bagi bangsa Indonesia.
Dalam Kabinet Kerja I, 10 Juli 1959 – 18 Februari 1960, status kementerian diubah menjadi menteri muda. Kementerian yang mengurusi pendidikan dibagi menjadi tiga menteri muda. Menteri Muda Bidang Sosial Kulturil dipegang Dr. Prijono, Menteri Muda PP dan K dipegang Sudibjo, dan Menteri Muda Urusan Pengerahan Tenaga Rakyat dipegang Sujono.
Era Orde Baru (1966-1998)
Setelah Pemberontakan G30S/PKI berhasil dipadamkan, terjadilah peralihan dari demokrasi terpimpin ke demokrasi Pancasila. Era tersebut dikenal dengan nama Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto. Kebijakan di bidang pendidikan di era Orde Baru cukup banyak dan beragam mengingat orde ini memegang kekuasaan cukup lama yaitu 32 tahun. Kebijakan-kebijakan tersebut antara lain kewajiban penataran P4 bagi peserta didik, normalisasi kehidupan kampus, bina siswa melalui OSIS, ejaan Bahasa Indonesia yang disempurnakan atau EYD, kuliah kerja nyata (KKN) bagi mahasiswa, merintis sekolah pembangunan, dan lain-lain. Pada era ini tepatnya tahun 1978 tahun ajaran baru digeser ke bulan Juni. Pembangunan infrastruktur pendidikan juga berkembang pesat pada era Orde Baru tersebut.
Menteri pendidikan dan kebudayaan di era Orde Baru antara lain Dr. Daud Joesoef, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto, Prof. Dr. Faud Hassan, Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro, dan Prof. Dr. Wiranto Aris Munandar
Era Reformasi (1998-2011)
Setelah berjaya memenangkan enam kali Pemilu, Orde Baru pada akhirnya sampai pada akhir perjalanannya. Pada tahun 1998 Indonesia diterpa krisis politik dan ekonomi. Demonstrasi besar-besaran di tahun tersebut berhasil memaksa Presiden Soeharto meletakkan jabatannya. Kabinet pertama di era reformasi adalah kabinet hasil Pemilu 1999 yang dipimpin Presiden Abdurrahman Wahid. Pada masa ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan diubah menjadi Departemen Pendidikan Nasional dengan menunjuk Dr. Yahya Muhaimin sebagai Menteri Pendidikan Nasional. Pada tahun 2001 MPR menurunkan Presiden Abdurrahman Wahid dalam sidang istimewa MPR dan mengangkat Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Di era pemerintahan Presiden Megawati, Mendiknas dijabat Prof. Drs. A. Malik Fadjar, M.Sc.
Pemilihan Umum 2004 dan 2009 rakyat Indonesia memilih presiden secara langsung. Pada dua pemilu tersebut Susilo Bambang Yudhoyono berhasil terpilih menjadi presiden. Selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Mendiknas dijabat Prof. Dr. Bambang Sudibyo, MBA. Dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh. Pada tahun 2011 istilah departemen diganti menjadi kementerian dan pada tahun 2012 bidang pendidikan dan kebudayaan disatukan kembali menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kebijakan pendidikan di era reformasi antara lain perubahan IKIP menjadi universitas, reformasi undang-undang pendidikan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003, Ujian Nasional (UN), sertifikasi guru dan dosen, Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pendidikan karakter, dan lain-lain.

PENDIDIKAN YANG BERMUTU


Selamat Datang!

"Pengurus Besar PGRI Menilai, Secara Umum Kebijakan Pendidikan Sepanjang Tahun 2011 Masih Trial And Error Serta Hit And Run. Tidak Ada Skema Kebijakan Yang Matang Untuk Diterapkan."
"Guru: Menyongsong 2012 Tanpa Gairah"


Kapan kita akan mulai menjalankan...

5 Steps to a World-Class Education

Prioritas #1) Memberantas Korupsi di Manajemen Pendidikan Yang Sangat Memalukan dan Membunuh Semua Harapan Kita Untuk Maju - "Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya." ICW: Analisis 5 Tahun Pemberantasan Korupsi Pendidikan (2004-2009). "Jangan dinilai gagal terus!"
http://PojokAntikorupsi.Com.

Departemen Agama: "Terlibat Korupsi, 10 Pejabat KemenAg Segera Dipecat", "Kejaksaan Agung Prihatin KemenAg Terkorup", "Sektor-sektor Rawan Korupsi di KemenAg" :: "Survei KPK Menyebut KemenAg Menjadi Lembaga Terkorup Di Indonesia". http://PendidikanAgama.Com.

Prioritas #2) Meningkatkan semua sekolah yang rusak dan ambruk ke Standar Nasional yang lengkap dengan sarana/prasarana supaya aman, nyaman, dan kondusif untuk "semua pelajar" - "Puluhan ribu sekolah dalam keadaan rusak atau ambruk termasuk 70% sekolah di DKI Jakarta - Di Jakarta Saja, 179 Sekolah Tidak Layak Pakai! - Hampir 80% Gedung Sekolah di Pesawaran Rusak, dll","Jumlah ruang kelas (SD dan SMP) rusak berat juga meningkat, dari 640,660 ruang kelas (2000-2004 meningkat 15,5 persen menjadi 739,741 (2004-2008)." (ICW) - Kelihatannya makin lama makin banyak sekolah yang rusak! http://Ambruk.Com

Apakah Sekolah SBI / RSBI Adalah Solusi Untuk Isu-Isu Ini?
Atau "RSBI Itu Cuma Proyek Pemerintah!"

PENDIDIKAN KARAKTER ??

Sebenarnya Kita Belajar Moral dan Karakter Oleh Contoh-Contoh Dari Lingkungan-Lingkungan Kita, Bukan Dari Yang Di Ajarkan Dalam Kelas, Kan?


Pendidikan Karakter : Solusi atau Ilusi Baru?
Saran Dari Teman
Pend. Karakter Budaya Bangsa dan Semangat Nasionalisme
Saat ini ditengah krisis multidimensi yang mendera bangsa Indonesia, kita memahami akan urgensi pendidikan karakter dan budaya bangsa.....

Re: "Pend. Karakter Budaya Bangsa dan Semangat Nasionalisme"

Saya sangat mendukung pendidikan apa saja, tetapi kalau kita berharap bahwa pendidikan akan mengatasi buruk-nya generasi kita sekarang, bagaiamana bisa?

Anak-anak kita belajar moral dan karakter dari lingkungan-lingungan mereka, misalnya keluarga sendiri, lingkungan sekolah, lingkungan luas, pemerintah, dll, bukan dari yang diajarkan di dalam kelas.

Itu salah satu sebabnya agama (yang mereka belajar sejak lahir) juga gagal, bagaimana moral-nya lingkungan yang mengajarkan, misalnya moral KemenAg saja, maupun moral SDM di dunia pendidikan kita:

"Korupsi terjadi di semua tingkatan dari KemenDikNas, dinas pendidikan, hingga sekolah" (ICW) "Dinas pendidikan telah menjadi institusi paling korup dan menjadi isntitusi penyumbang koruptor pendidikan terbesar dibanding dengan institusi lainnya."

Selama korupsi jalan lancar, maupun kayaknya makin lama makin gila, bagaimana kita dapat berharap moral anak-anak kita akan lebih baik dari kita. Kurupsi adalah musuh #1 moral dan karakter.... Dan Pendidikan Anti-Korupsi hanya adalah kesibukan saja supaya kita tidak mengancan koruptor, kan? Kita sibuk mengajar pendidikan anti-korupsi sambil koroptor-koruptor melanjutkan korupsi-nya tanpa diganggu, kan?

Coba membayangkan bahwa ini sudah Tahun 2020 dan siswa-siswi kita sudah belajar Karakter dan Anti-Korupsi selama 9 tahun... Apa yang mereka dapat membuat yang berbeda dengan keadaan Tahun 2011?

Maupun kalau korupsi tidak diberantaskan sekarang barangkali akan lebih parah dan lebih sulit diatasi pada tahun 2020.


Kalau anak kita ingin menjadi PNS pada tahun 2020 bagiamana? Apakah mereka akan di-korupsikan pada waktu mereka masuk pekerjaan? Biasanya sebelum anak-anak kita bekerja mereka cukup baik (maupun sangat anti-korupsi) sebenarnya... Seperti kita... :-)

Seteleh pendidikan karakter dan anti-korupsi, apa yang mereka dapat membuat yang berbeda dengan keadaan Tahun 2011?

Anak-anak bukan masalah-nya, mengapa mereka menjadi targetnya? Itu generasi yang dewasa sekarang yang perlu diperbaiki supaya menjadi contoh moral dan kejujuran...

Tanpa kita memberantas korupsi sekarang dan mencontohkan bangsa yang bertanggungjawab dan moral kepada anak-anak kita hanya dapat berharap mereka akan mirip kita.....


Bagaimana mereka bisa Bersemangat Nasionalisme kalau orang tua-nya masih salut musuh dan penghianat negera mereka - KORUPTOR?

PRIORITAS PENDIDIKAN / KEBIJAKAN PENDIDIKAN

BERITA TERKINI  DUNIA PENDIDIKAN INDONESIA
Guru: Menyongsong 2012 Tanpa Gairah
Wednesday, December 28, 2011 16:10:00
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menilai, secara umum kebijakan pendidikan sepanjang tahun 2011 masih trial and error serta hit and run. Tidak ada skema kebijakan yang matang untuk diterapkan. (160 clicks)
Eksistensi RSBI Digugat ke Mahkamah Konstitusi
Wednesday, December 28, 2011 14:58:00
JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Anti Komersialisasi Pendidikan (KAKP) mendatangi dan menggelar aksi di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (28/11/2011). Dalam aksinya, KAKP mendesak MK mengeluarkan provisi agar kegiatan sekolah RSBI di seluruh Indonesia dihentikan sampai ada putusan final dan mengikat.  (124 clicks)
Catatan Akhir Tahun : 2012: Sekolah, Sekolah, Sekolah!
Wednesday, December 28, 2011 09:47:00
JAKARTA, KOMPAS.com — Semboyan kita ke depan adalah jangan boleh ada anak yang tidak sekolah. Semua harus sekolah, sekolah, sekolah. Itu yang dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam wawancara khusus dengan Kompas.com, Senin (19/12/2011) di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta. (113 clicks)
Rapor Merah untuk Pendidikan di Kota Bandung
Tuesday, December 27, 2011 16:43:00
BANDUNG, KOMPAS.com -- Koalisi Pendidikan Kota Bandung (KPKB) menyampaikan evaluasi mengenai dunia pendidikan di Kota Bandung, Jawa Barat, sepanjang tahun 2011. Hasilnya, tidak satu pun prestasi yang dibanggakan. KPKB bahkan berkesimpulan bahwa sistem pendidikan di Kota Bandung sudah gagal menjalankan tugasnya.  (82 clicks)
BOS 2012 : Kebutuhan Buku Mata Pelajaran Siswa Harus Terpenuhi
Tuesday, December 27, 2011 14:22:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketersediaan buku mata pelajaran harus terpenuhi di tahun 2012. Anggarannya bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal itu diungkapkan anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rohmani, di Jakarta, Selasa (27/12/2012).  (124 clicks)
Pendidikan Hanya Menyentuh Mereka yang Mampu...
Tuesday, December 27, 2011 09:41:00
JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat pendidikan Universitas Negeri Jakarta, Soedijarto, mengatakan, pendidikan di Indonesia saat ini masih berada pada level pendidikan semesta. Pada level ini, menurut dia, pendidikan hanya untuk golongan mampu. Pemerintah dinilai gagal mewujudkan wajib belajar sembilan tahun yang bermutu, adil, dan bebas biaya.  (96 clicks)
Angka Putus Sekolah dan Komersialisasi Pendidikan
Monday, December 26, 2011 10:39:00
JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar mengungkapkan, pemerintah perlu melakukan evaluasi kritis terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan nasional yang berjalan selama tahun 2011. Menurutnya, berbagai data statistik menyebutkan, capaian kinerja pemerintah di bidang pendidikan tak menunjukkan hasil yang signifikan.  (116 clicks)
Nuh: Persoalan Pendidikan Tak Akan Pernah Selesai
Monday, December 26, 2011 08:53:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Apa catatan Anda untuk kinerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sepanjang tahun 2011 ini? Kritik dan masukan boleh saja dilayangkan terhadap kinerja kementerian di bawah kendali Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh ini. Tetapi, yang jelas, Kemdikbud juga sudah punya catatan tersendiri atas apa yang telah dicapai dan masih menjadi pekerjaan rumah pada tahun 2012 mendatang. Dalam wawancara dengan Kompas.com, Senin (19/12/2011), di ruang kerjanya, Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nuh mengungkapkan sejumlah hal yang menonjol dan menjadi konsen kementeriannya sepanjang setahun ini. (52 clicks)
Utak-atik Mekanisme Penyaluran Dana BOS
Monday, December 26, 2011 08:21:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2011, pemerintah pusat dan DPR mengalokasikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 16 triliun untuk jenjang pendidikan dasar (SD dan SMP). Dana BOS ini merupakan bagian program pemerintah untuk menuntaskan wajib belajar sembilan tahun dan telah digulirkan sejak tahun 2005. (127 clicks)
Hentikan Program Pendidikan Berkarakter!
Monday, December 26, 2011 02:59:00
SERTA merta Badan Peneli­tian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2011, Ja­kar­ta, melalui beberapa kepala sekolah, guru, pe­ngu­rus komite sekolah, anggota dewan pendidikan, pengawas pendidikan, to­koh masyarakat, menye­lenggarakan penelitian di SMA 1 Kota Padang, Rabu, 21 Desember. Semua informan 25 orang. (123 clicks)
Indonesia Mengajar Dapat Dukungan Audit
Wednesday, December 21, 2011 19:01:00
JAKARTA, KOMPAS.com — Peningkatan standar kualitas kinerja program Indonesia Mengajar mendapat dukungan dari firma konsultan profesional Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia. Dengan dukungan ini, salah satu firma terkemuka dunia tersebut akan membantu meningkatkan standar kualitas kinerja Indonesia Mengajar, khususnya dalam hal audit keuangan. (88 clicks)
Kebudayaan : Komitmen Hanya Jargon Politik
Tuesday, December 20, 2011 10:03:00
BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah dinilai belum pernah serius mengembangkan kebudayaan untuk membangun karakter, memakmurkan, dan mencerdaskan bangsa. Komitmen membangun kebudayaan atau kesenian hanya jargon politik dalam pidato para pemimpin.  (24 clicks)
Pengembangan Pendidikan Harus Sesuai Kebutuhan
Friday, December 16, 2011 09:35:00
BOGOR, KOMPAS.com — Pakar pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Dr Mochammad Alip, MA, mengatakan, pengembangan pendidikan harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna. Hal itu disampaikannya dalam Semiloka Review Standar Biaya Minimum Pendidikan: Kebijakan, Anggaran, dan Mutu Pendidikan yang diadakan Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bogor, Jawa Barat, Jumat (16/12/2011). (80 clicks)
Hari Guru Nasional : Guru Kritik Kebijakan Pendidikan Nasional
Thursday, November 24, 2011 13:54:00
JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo mengatakan, berbagai persoalan yang terjadi di Tanah Air memiliki korelasi langsung maupun tidak langsung dengan penyelenggaraan pendidikan nasional. Menurutnya, sistem pendidikan nasional saat ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi pencerdasan bangsa. Padahal, katanya, hal ini akan membawa implikasi terhadap kemakmuran dan martabat mulia bangsa. (142 clicks)
Kebijakan Pendidikan Tak Berdasar Riset
Sunday, October 23, 2011 21:13:00
BOGOR, KOMPAS.com- Berbagai kebijakan pendidikan tidak berdasarkan hasil riset dan analisis yang mendalam. Riset pendidikan selama ini hanya bersifat reaktif dan hanya menjadi solusi masalah jangka pendek. Akibatnya, pemerintah tidak memiliki strategi kebijakan pendidikan jangka panjang. (117 clicks)

  Next 

Kiat Mendapatkan Dana untuk Kegiatan Internet di Sekolah Keadaan Indonesia

http://bandarudara.com/sekolahterbang.htmlKiat Mendapatkan Dana untuk Kegiatan Internet di Sekolah
Keadaan Indonesia

English Here

Dalam era baru ini banyak sekolah yang sudah melaksanakan proses Managemen Berbasis Sekolah telah mampu mengatasi permasalahan dana dan solusinya.
Yang penting sekarang adalah bagaimana kepala sekolah dan semua lingkungan sekolah tersebut bekerjasama untuk mencapai pengembangan sekolah yang diinginkan. Kuncinya adalah komunikasi yang terbuka dan transparan.
Jika Anda ingin mengembangkan fasilitas Internet di sekolah maka peralatan seperti komputer dan modem bukan merupakan hal utama. Masalah utama yaitu tersedianya proposal yang rasional dan jelas serta menguntungkan bagi siswa/i
Hal selanjutnya adalah cara mensosialisasikan proposal tersebut kepada semua lingkungan sekolah. Sebaiknya membentuk suatu "Tim Pengembangan Sekolah" termasuk didalamnya adalah wakepsek, guru, siswa/i, BP3, dan tokoh masyarakat.
Kalau semua lingkungan sekolah sudah memahami dan mendukung konsep tersebut tidaklah sulit untuk melaksanakan program "proyek" ini. Disebut "proyek" karena sekarang semua sekolah harus punya rencana pembangunan sekolah termasuk beberapa "proyek sekolah" yang bisa dihasilkan bersama-sama dengan lingkungannya secara mandiri.
Walapun keadaan ekonomi keluarga sekarang sedang susah namun kita harus tetap bertanggungjawab atas kebutuhan masa depan anak kita. Kalau orangtua siswa/i dan lingkungan sekolah percaya terhadap program tersebut (proyek sekolah) tentu mereka akan mendukungnya.
Jika kita hitung biaya peralatan komputer modem dsb sekitar lima juta Rupiah dan jumlah siswa/i sekitar 800 ratus orang, maka biaya yang dikeluarkan setiap keluarga adalah : Rp 6,250 .
Besarnya biaya tersebut dapat dikurangi dengan cara-cara berikut :
  • Adanya sebagian anggaran yang dialokasikan dari sekolah untuk proyek ini dan sekaligus membuktikan bahwa proyek ini penting bagi sekolah.
  • Mensosialisasikan proyek ini kepada dunia industri dan bisnis di daerah sekitar sekolah untuk mendapatkan sponsorship.
  • Siswa-siswi bisa mengumpulkan dana dengan cara mengadakan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan uang seperti kegiatan bazar, dsb.
  • Dengan melakukan pinjaman dari bank tetapi ini merupakan pilihan terakhir.
* Sebaiknya membeli peralatan di toko di daerah sekitar sekolah supaya garansi yang didapat gampang digunakan dan mendapatkan bantuan untuk memasang fasilitasnya jika diperlukan. Untuk itu kenalilah personel atau pemilik toko dengan baik.

UJIAN NASIONAL 2012 SIAP DIGELAR

UJIAN NASIONAL 2012 SIAP DIGELAR

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.
imageMenteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. "Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik," ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.
Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.
Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.
Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).
Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.
UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.
Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi. (aline).
sumber: kemdiknas.go.id

Selasa, 28 Agustus 2012

Metode Pengembangan Diri dengan Bimbingan Konseling

Panduan Pengembangan dan Inovasi Layanan Ekstrakurikuler di Sekolah

Untuk Penjelasan dan Keterangan lebih lanjut tentang Bimbingan Konseling dan Ekstrakurikuler, silakan DOWNLOAD DI SINI.
Tiga komponen yang dinyatakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (PerMenDikNas) Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah adalah mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Struktur dari komponen pengembangan diri itu sendiri terdiri atas kegiatan pelaksanaan konseling dan kegiatan ekstrakurikuler.
Aturan, rambu-rambu, model, bentuk, dan contoh dalam panduan presentasi (silakan download pada link paragraf pertama di atas) ini dapat digunakan untuk pengembangan kegiatan pelaksanaan “service” bimbingan konseling (dulu disebut sebagai bimbingan karier) dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah (SD, SMP, SMA, SMK) maupun di level madrasah (MI, MTs, MA, MAN, MAK) untuk penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Buku panduan ini (silakan ikuti tautan download di atas), menerangkan tentang struktur pelayanan konseling yang terdiri dari:
  • definisi dan pengertian konseling
  • paradigma, visi, dan misi bimbingan konseling
  • bidang-bidang pelayanan konseling
  • fungsi, prinsip, dan asas konseling
  • jenis layanan konseling
  • kegiatan pendukung yang mendukung konseling
  • format, draft, contoh kegiatan konseling
  • program pelayanan BK
Sementara itu, hal-hal lain yang berhubungan dengan BK (Bimbingan Konseling) juga dibahas dalam buku panduan, di antaranya:
  • Perancangan dan Pelaksanaan Kegiatan
  • Penilaian Kegiatan
  • Unsur Pelaksanan Kegiatan
  • Serta kegiatan pengawasan konseling

PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI

JUKNIS PENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN DIRI

 A.Latar Belakang

Standar Nasional Pendidikan(SNP)merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP)dimaksudkan untuk mengakomodasi satuan pendidikan dalam mencapai SNP mengingat adanya disparitas situasi,potensi serta kebutuhan peserta didik maupun lingkungan atau daerah.Implikasi dari pernyataan tersebut adalah bahwa penyusunan dan pelaksanaan KTSP oleh satuan pendidkan harus memperhatikan kebutuhan,karakteristik dan potensi satuan pendidikan (internal) serta lingkungan di daerah setempat. Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran, KTSP memuat komponen-komponen yang berkaitan dengan pembelajaran. Salah satu dari komponen tersebut adalah struktur dan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Muatan KTSP meliputi sejumlah mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik, muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri pada satuan pendidikan.Kegiatan pengembangan diri merupakan kegiatan pendidikan di luar mata pelajaran sebagai bagian integral dari isi kurikulum sekolah dalam rangka pembentukan watak dan kepribadian peserta didik. Kegiatan pengembangan diri ini dilakukan melalui kegiatan layanan bimbingan

Sabtu, 23 Juni 2012

PROBLEM PEMBELAJARAN

Problem Akut Sistem Pembelajaran di Indonesia
Metode Tepat, Anak Kita Hebat-Hebat


“Wemi, 17 + 5 berapa?” Pertanyaan ini saya ajukan kepada seorang siswa kelas V di suatu sekolah dasar di Kabupaten Tolikara, Papua. Wemi menggambar 17 garis-garis kecil dan 5 garis-garis kecil. Kemudian dia menghitung banyaknya garis itu satu per satu hingga dia dapatkan hasil 22.
Wemi termasuk salah satu anak yang cukup baik. Anak yang lain bahkan tidak bisa menghitung penjumlahan sama sekali, apalagi perkalian dan pembagian.
Saya sempat bertanya kepada kepala sekolah, kenapa anak-anak bisa jadi seperti ini? Kepala sekolah menjawab, “Kualitas guru di sini sangat rendah dan muridnya memang tidak berbakat matematika.”
“Lalu apa kriteria anak ini naik kelas?” tanya saya lebih lanjut. “Tidak ada! Semua anak dinaikkan. Kalau tidak naik kelas, orang tua akan datang bawa parang dan tombak,” lanjutnya. Orang tua di sana merindukan anak-anaknya pintar. Itu sebabnya, mereka menyuruh anaknya bersekolah. Jika anak mereka tidak lulus, mereka anggap sekolah tidak mengajar dengan baik. Wajar saja kalau mereka menuntut kenaikan kelas dengan parang dan tombak.
Selama 2008/2009, saya dengan tim dari Surya Institute berkeliling ke kota-kota dan kabupaten di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Kami melatih ratusan, bahkan ribuan, guru IPA dan matematika. Selama pelatihan ini kami menemukan bahwa faktor utama siswa sulit belajar matematika dan IPA ini adalah metode pembelajaran yang kurang tepat dan kualitas guru, bukan keadaan/potensi siswa.

Potensi Siswa

Secara rata-rata, kemampuan siswa Indonesia dalam belajar matematika atau IPA (fisika) sangat baik. Anak-anak Indonesia tidak bodoh. Kalau mereka mendapat kesempatan, mereka akan berprestasi luar biasa.
Sekitar pertengahan 2009 kami membawa 5 anak dari Kabupaten Tolikara dan 5 anak dari Wamena ke Surya Institute di Tangerang. Tolikara dan Wamena adalah daerah pegunungan di Papua yang selama ini dianggap sangat terbelakang. Di Surya Institute para siswa ini dilatih matematika Gasing (Gampang, asyik, dan menyenangkan) 4 jam per hari. Selama pelatihan kami melihat bahwa sesungguhnya siswa-siswa ini sangat cerdas matematika, berlawanan dengan anggapan selama ini yang menganggap mereka bodoh. Siswa ini juga punya keinginan kuat untuk maju. Mereka ingin sepintar anak-anak lain dari Pulau Jawa. Mereka juga sangat rajin belajar.

PENEMU KONSEP ALGORITMA

ASAL-USUL KATA ALGORITMA

Istilah algoritma, mungkin bukan sesuatu yang asing bagi kita. Teman-teman ada yang tahu arti kata 'algoritma'? Ditinjau dari asal-usul katanya, kata 'Algoritma' mempunyai sejarah yang agak aneh. Orang hanya menemukan kata Algorism yang berarti proses menghitung dengan angka Arab. Seseorang dikatakan 'Algorist' jika menghitung menggunakan angka Arab. Para ahli bahasa berusaha menemukan asal kata ini namun hasilnya kurang memuaskan. Akhirnya para ahli sejarah matematika menemukan asal kata tersebut yang berasal dari nama penulis buku Arab terkenal, yaitu Abu Abdullah Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarizmi dibaca orang barat menjadi Algorism.
Definisi Algoritma
Definisi Algoritma adalah "langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis dan logis". Contoh sederhana adalah penyusunan sebuah resep makanan, yang biasanya terdapat langkah-langkah cara memasak masakan tersebut. Tapi, algoritma umumnya digunakan untuk membuat diagram alur (flowchart) dalam ilmu komputer / informatika.
Penemu konsep Algoritma dan Aljabar
Penemunya adalah seorang ahli matematika dari uzbekistan yang bernama Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi. Di literatur barat, beliau lebih terkenal dengan sebutan Algorism. Panggilan inilah yang kemudian dipakai untuk menyebut konsep algoritma yang ditemukannya. Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm (Kheva), kota di selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) tahun 770 masehi. Kedua orangtuanya kemudian pindah ke sebuah tempat di selatan kota Baghdad (Irak), ketika ia masih kecil. Khwarizm dikenal sebagai orang yang memperkenalkan konsep algoritma dalam matematika, konsep yang diambil dari nama belakangnya.
Al khwarizmi juga adalah penemu dari beberapa cabang ilmu matematika yang dikenal sebagai astronom dan geografer. Ia adalah salah satu ilmuwan matematika terbesar yang pernah hidup, dan tulisan-tulisannya sangat berpengaruh pada jamannya. Teori aljabar juga adalah penemuan dan buah pikiran Al khwarizmi. Nama aljabar diambil dari bukunya yang terkenal dengan judul "Al Jabr Wa Al Muqabilah". Ia mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus, kosinus dan kotangen serta konsep diferensiasi.
Pengaruhnya dalam perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan pendekatan sistematis dan logis. Dia memadukan pengetahuan dari Yunani dengan Hindu ditambah idenya sendiri dalam mengembangkan matematika. Khwarizm mengadopsi penggunaan angka nol, dalam ilmu aritmetik dan sistem desimal. Beberapa bukunya banyak diterjemahkan kedalam bahasa latin pada awal abad ke-12, oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah aritmetikanya, seperti Kitab al-Jam'a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra, Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar oleh universitas-universitas di Eropa.
Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris. Buah pikir Khwarizmi di bidang geografi juga sangat mengagumkan. Dia tidak hanya merevisi pandangan Ptolemeus dalam geografi tapi malah memperbaiki beberapa bagiannya. Tujuh puluh orang geografer pernah bekerja dibawah kepemimpinan Al khwarizmi ketika membuat peta dunia pertama di tahun 830. Ia dikisahkan pernah pula menjalin kerjasama dengan Khalifah Mamun Al-Rashid ketika menjalankan proyek untuk mengetahui volume dan lingkar bumi.