Selasa, 11 April 2017


Tipe-Tipe Guru Seperti Ini Akan Disukai Siswanya

Siswa menghabiskan hampir lima sampai delapan jam di sekolah di bawah pengawasan guru. Apa yang mereka pelajari selama itu adalah bagian penting dari kehidupannya, karena merupakan bekal masa depan. Guru memainkan peran orang tua ketika siswa berada di sekolah. Ada beberapa kualitas yang ideal yang dibutuhkan untuk seorang guru yang baik. Berikut tipe-tipe guru yang akan disukai siswanya.

1. Mengajar harus interaktif

Sangat penting bagi guru untuk berkomunikasi dengan siswa selama belajar sehingga mereka dapat memperhatikan dan dengan demikian tidak melewatkan topik apapun. Kelas harusnya lebih seperti diskusi, sehingga setiap orang dapat berbicara tentang pandangan mereka dan bisa belajar sesuatu yang baru.

2. Ramah

Meskipun sangat penting bagi seorang guru untuk mempertahankan disiplin. Namun, ketika seorang guru ramah dengan siswanya, mereka akan merasa bebas untuk berbagi dengan guru mereka. Ini dapat bermanfaat bagi guru untuk membimbing mereka sebagai teman dan dengan demikian dapat membantu mereka dalam mengambil keputusan yang tepat.

3. Menjadi panduan

Setiap siswa pasti memiliki masalahnya masing-masing, mungkin orang tuanya dapat membantu. Tetapi jika masalah tersebut terkait dengan masalah sekolah, maka ia mendongak ke gurunya untuk dukungan dan bimbingan. Guru harus mampu memberikan bimbingan kepada siswa-siswanya setiap kali mereka membutuhkannya.

4. Memiliki selera humor

Siswa ingin ketika mengajar dibuat menyenangkan, kelas membosankan membuat siswa resah. Hal ini sangat diperlukan bahwa seorang guru harus memiliki rasa humor yang baik, sehingga ia dapat menambahkan unsur menyenangkan dalam belajar. Berbicara tentang pengalaman mereka dan berbagi kenangan lucu, akan memberikan mereka istirahat dan juga menyegarkan mereka.

5. Toleran

Guru yang memiliki sifat toleran biasanya merupakan favorit setiap siswa. Seorang guru tidak harus ekstra ketat atau kasar terhadap siswa karena mereka akan kemudian tidak bisa membuka diri. Ekstra kelonggaran juga tidak disukai karena dapat membuat siswa membangkang. Jadi, guru harus menjaga keseimbangan dan tidak boleh terlalu lunak dan terlalu ketat.

Minggu, 07 Agustus 2016

Guru Hebat di Balik Kesuksesan Seorang Stephen Hawking

Liputan6.com, Jakarta - Meski harus tergantung pada alat bantu gerak dan bicara akibat amyotrophic lateral sclerosis (ALS) yang dideritanya, Stephen Hawking tetap diakui sebagai ilmuwan besar.

Kelumpuhannya bahkan tidak membuat laki-laki yang lahir di Oxford, Britania Raya, Inggris 74 tahun lalu itu menjadi lemah. Ia terus menciptakan terobosan-terobosan baru dalam bidang ilmu pengetahuan hingga membuat namanya termasyhur di dunia.

Dengan gelar profesor yang didapatkannya dalam bidang matematika di Universitas Cambridge, ia dikenal akan sumbangannya di bidang kuantum fisika. Terutama teori-teorinya mengenai gravitasi kuantum, lubang hitam atau black hole, dan radiasi Hawking.

Ketertarikan Hawking di bidang ilmu pengetahuan alam dimulai saat dirinya menjadi siswa di St Albans School di Hertfordshire, Inggris.
Dalam sebuah video yang dibuat secara khusus oleh Varkey Foundation Global Teacher Prize, Hawkins mengungkapkan bagaimana kala itu saat menjadi seorang murid. Seperti dilansir dari Daily Mail, Rabu (9/3/2016), ia menggambarkan dirinya sebagai anak yang malas dengan tulisan tangan yang buruk.
"Saya sama sekali bukan siswa terbaik. Tulisan tangan saya sangat buruk dan sangat malas. Itu karena guru-guru di sekolahku membosankan. Tetapi tidak dengan Pak Tahta," ungkap Hawkins.
Dikran Tahta adalah gurunya saat masih menjadi siswa di St Albans School di Hertfordsghire, Inggris. Ia sekaligus seorang ilmuan yang kerap melakukan berbagai penelitian dalam bidang fisika.

Sabtu, 06 Agustus 2016

GURU HEBAT,GURU UPDATE


Fitur LMS Guru Pembelajar yang Harus Diketahui Peserta Guru Pembelajar Moda Daring

Berikut adalah fitur beserta ikon yang terdapat dalam LMS (Learning Manajemen Sistem) guru pembelajar moda daring :
1. Lesson
Lesson
Lesson merupakan suatu fasilitas yang digunakan untuk menyampaikan konten dan atau variasi kegiatan pembelajaran pada Guru Pembelajar Moda Daring. Lesson pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring ini diberi nama “Kegiatan” dilanjutkan dengan nomor dari sesi dan urutan Kegiatannya (contoh: “Kegiatan 1.2” Artinya Sesi 1 Lesson ke-2 ).
Dalam Lesson berisi tentang materi pembelajaran yang terdiri dari teks dan gambar. Lesson juga bisa berisi quiz atau pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman peserta pada topik pembelajaran tertentu. 
2. Page
PagePage merupakan fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya ini berupa laman web yang dapat menyajikan teks, gambar, suara, video, atau tautan web.
Pada GP Daring, Page digunakan untuk menampilkan petunjuk atau pengantar pada setiap sesi. Pengantar sesi berisi aktivitas dan alur kegiatan sesi yang akan dilakukan peserta selama sesi tersebut. 
3. Book
BookBook merupakan suatu fasilitas yang terdapat pada Guru Pembelajar Moda Daring yang isinya berupa kegiatan melakukan penelaahan Bahan Bacaan atau instruksi. Book pada kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring diberi nama “Bahan Bacaan atau Instruksi”
Dalam Bahan Bacaan berisi tentang materi pembelajaran yang terdiri dari teks dan gambar. Sedangkan pada instruksi berisi petunjuk untuk melaksanakan kegiatan.
4. Blog
BlogPada setiap sesi peserta Guru Pembelajar Moda Daring diharuskan untuk melakukan refleksi atas pembelajaran yang telah dilaluinya melalui blog. Pengampu dan mentor dapat melihat blog peserta untuk mengetahui pemikiran, refleksi, dan pengalaman peserta pada sesi tersebut.
5. Forum
ForumForum merupakan aktivitas inti dalam sebuah sesi. Forum disediakan untuk melakukan diskusi antar peserta bahkan dengan mentor dan pengampu sebagafasilitatornya. Di dalam Forum peserta dapat menjawab pertanyaan, mengungkapkan pendapat, dan berbagi pengalaman dengan peserta lain sehingga terbentuk sebuah pemahaman (konstruktivisme).
Dalam kegiatan Guru Pembelajar Daring ini terdapat dua macam forum yang dapat digunakan yaitu:
a. Forum Umum, digunakan untuk melakukan diskusi mengenai teknis dan akademis umum pada kursus yang sedang diambil
b. Forum Sesi, digunakan untuk melakukan diskusi mengenai topik yang diberikan pada setiap sesinya.
6. Chatting
ChattingAktivitas lainnya dalam Guru Pembelajar Moda Daring adalah chatting, chatting berfungsi sebagai ajang komunikasi langsung antara sesama peserta Guru Pembelajar dengan Mentor dan Pengampu.
7. Web Conference/Vikon
Web Conference/VikonPada Guru Pembelajar Moda Daring terdapat aktivitas untuk melakukan vikon/Web Conference (webcon). Web Conference digunakan untuk berkomunikasi antara pengampu (fasilitator) dengan kepala sekolah dan kepala sekolah lainnya dalam bentuk audio video melalui fasilitas website.
8. Messages
MessagesDalam kegiatan Guru Pembelajar Moda Daring, Messages (pesan) ini merupakan sebuah fasilitas untuk melakukan pengiriman pesan secara pribadi terhadap peserta lain, mentor ataupun pengampu.
9. Quiz
QuizFitur ini dapat memuat banyak pertanyaan/pernyataan untuk mengukur kemampuan peserta. Pada GP Daring, fitur ini dimanfaatkan sebagai penilaian secara formatif dan sumatif. Quiz ini digunakan pada penilaian sumatif setiap sesi berupa tes sumatif sesi dan sumatif akhir pembelajaran berupa Tes Akhir. Tes Sumatif Sesi dan Tes Akhir dapat dilakukan sejumlah 2 kali tes.
10. Questionnaire
QuestionnaireFitur ini dapat memuat berbagai jenis pertanyaan/pernyataan untuk memperoleh data dari peserta, dan biasanya dimanfaatkan sebagai alat survey.
Pada Guru Pembelajar moda Daring, Questionnaire digunakan sebagai alat untuk mengetahui reaksi peserta terhadap pembelajaran dan pelatihan, salah satu contohnya adalah evaluasi pelatihan yang digunakan untuk mengukur kebermanfaatan pembelajaran. 
11. E-portofolio
E-portofolioPada moda daring, e-portofolio digunakan untuk menyimpan /mengunggah file tagihan peserta untuk dapat diperiksa, dikomentari dan diberi umpan balik. Fitur ini juga digunakan oleh mentor untuk memeriksa kelengkapan dan kualitas tagihan setiap peserta

Jumat, 05 Agustus 2016

LANGKAH-LANGKAH SKENARIO MELAKSANAKAN MATERI DIKLAT DENGAN PENDEKATAN ANDRAGOGI



Langkah-langkah:
11.  Mengalami
Pada fase ini melibatkan peserta pelatihan secara aktif dalam kegiatan sebagai upaya untuk memotivasi peserta agar mereka terlibat secara aktif selama proses pelatihan berlangsung.
Yang dapat dilakukan untuk melibatkan peserta secara aktif:
·         Brainstorming
·         Membangun apersepsi dengan melakukan tanya jawab, misalnya apa yang mereka harapkan dalam pelatihan ini.
·         Mengenalkan hal-hal yang benar-benar dirasakan baru yang sebelumnya tidak atau belum dikenal oleh peserta pelatihan. Pengkondisian ini diharapakan dapat menumbuhkan “rasa butuh” kepada peserta pelatihan tentang materi pelatihan.

22.Mengungkapkan
Di fase ini pelatih memberikan kesempatan kepada peserta pelatihan untuk berkehendak atau mengemukakan pikiran dan perasaannya.
Kegiatan yang dapat dilakukan pelatih agar peserta pelatihan memiliki banyak ruang untuk menyampaikan pikiran, ide, dan perasaannya antara lain:
·         Melakukan diskusi-informasi dalam kelompok-kelompok, diusahakan bahan yang akan didiskusikan merupakan bahan yang benar-benar dibutuhkan oleh peserta pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya, menambah wawasan kependidikannya, dan lain-lainnya.
·         Curah gagasan, curah pendapat, diusahakan agar peserta pelatihan lebih banyak diberi kesempatan untuk menyapaikan gagasan dan ide-idenya dan pelatih lebih banyak memfasilitasi serta memberi penguatan.
·         Mempresentasikan hasil pemikiran dan ide-idenya dalam berbagai tampilan (grafik, tabel, peta pikiran, diagram, tulisan, dan sebagainya).

Rabu, 30 Maret 2016

BOCORAN SOAL UN SMP 2016

 Pilihlah jawaban yang benar di antara pilihan A, B, C, dan D!  1. Cermatilah teks berikut!

   
Biografi Mario Teguh         
"Salam Super" itulah kata-kata pembuka yang biasa diucapkan oleh Mario
Teguh ketika ia mulai membawakan acara di Metro TV yang bertajuk 'Mario Teguh Golden Ways'. Terkenal sebagai  motivator terbaik di Indonesia yang memiliki kepribadian yang cerdas serta mampu   memotivasi banyak orang melalui rangkaian kata-kata bijaknya sehingga ia makin banyak disukai oleh orang-orang.

Makna kata bercetak miring pada kutipan teks tersebut  adalah …
A. Orang yang bertugas mengingatkan orang lain  agar selalu melakukan perbuatan baik.
B. Orang yang bertugas membantu seseorang dalam menyelesaikan masalah pribadinya. 
C. Orang yang menyebabkan timbulnya dorongan pada orang lain untuk melakukan sesuatu.
. Orang yang  membangkitkan semangat seseorang agar berasil dalam menjalankan usahanya.

Selengkapnya  : un-bahasa Indonesia-attredirects=KLIK DI SINI

UN-BAHASA INGGRIS SMP
The following text is for questions 1 to 3. 
 
Important!
For Grade 7 and Grade 8 students Attention!
December has come!  It is a special month. The story telling competition will be held as usual. Go and get it! Join now!
There are interesting prizes for the three best winners.  Practise your English and enroll for the competition soon. 
 Registration
Mr. Suryono (Administration Office) 8 a.m. to 2 p.m.
Monday to Friday, before December 20. 
1. The text is written to ....

 A. explain to the readers about how to join a story telling competition 
 B. ask the readers to advertise a story telling competition 
C. inform the readers about a story telling competition 
D. tell the readers about the prizes for the winners  

Selengkapnya  : un-bahasa Inggris KLIK DI SINI
 

BOCORAN SOAL UJIAN NASIONAL 2015/2016 (MATEMATIKA - SMP)

                     PAKET 1 CONTOH SOAL DAN PEMBAHASAN
                         MATEMATIKA SMP TAHUN 2015-2016


1. Hasil dari  (- 12) : 3 + 8 x (- 5) adalah ....
     A. - 44    B. - 36    C. 28 D. 48
2. Beni menjumlahkan nomor-nomor halaman buku yang terdiri dari     
    96   halaman adalah 4.672. Ternyata terjadi kekeliruan,
    ada 1 halaman yang dihitung 2 kali. Halaman berapakah itu?
    A. 16    B. 18 C. 24  D. 36
3. Suatu pekerjaan dapat diselesaikan oleh 15 pekerja dalam waktu 12  minggu. Jika pekerjaan itu harus selesai dalam 9 minggu, banyak pekerja yang harus ditambah adalah ….
A. 3 orang    B. 4 orang C. 5 orang    D. 20 orang

 Selengkapnya      : s=1 KLIK DI SINI

Kamis, 19 November 2015

Download Kumpulan Doa-Mp3

Lagi pengen nyari do'a setelah shalat fardhu yang berformatkan mp3 buat di save di Handphone agar mudah di hafal 

 kalau seandainya pengen hafalin do'a nya tinggal download dan save di handphone.. sering-sering di dengerin bisa hafal sendiri jadinya..  semua file ini berformatkan .mp3 dan disave di 4shared, jadi sebelum download pastikan udah login ke 4shared ya... moga bermanfaat..











Sabtu, 17 Oktober 2015

ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI



Psikologi Anak




Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (the golden years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda, seiring dengan laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.
Masa peka adalah masa terjadinya kematangan fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi yang diberikan oleh lingkungan. Masa ini juga merupakan masa peletak dasar untuk mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, sosio emosional, agama dan moral.

Beberapa Aspek-Aspek Perkembangan Anak Usia Dini :
1.      Aspek Perkembangan Kognitif
Tahapan Perkembangan Kognitif sesuai dengan teori Piaget adalah: (1) Tahap sensorimotor, usia 0 – 2 tahun. Pada masa ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks, bahas awal, waktu sekarang dan ruang yang dekat saja; (2) Tahap pra-operasional, usia 2 – 7 tahun. Masa ini kemampuan menerima rangsangan yang terbatas. Anak mulai berkembang kemampuan bahasanya, walaupun pemikirannya masih statis dan belum dapat berpikir abstrak, persepsi waktu dan tempat masih terbatas; (3) Tahap konkret operasional, 7 – 11 tahun.
Pada tahap ini anak sudah mampu menyelesaikan tugas-tugas menggabungkan, memisahkan, menyusun, menderetkan, melipat dan membagi; (4) Tahap formal operasional, usia 11 – 15 tahun. Pada masa ini, anak sudah mampu berfikir tingkat tinggi, mampu berfikir abstrak.
2.      Aspek Perkembangan Fisik
Perkembangan motorik merupakan perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat syaraf, urat syaraf dan otot terkoordinasi (Hurlock: 1998). Keterampilan motorik anak terdiri atas keterampilan motorik kasar dan keterampilan motorik halus. Keterampilan motorik anak usia 4-5 tahun lebih banyak berkembang pada motorik kasar, setelah usia 5 tahun baru.terjadi perkembangan motorik halus.
Pada usia 4 tahun anak-anak masih suka jenis gerakan sederhana seperti berjingkrak-jingkrak, melompat, dan berlari kesana kemari, hanya demi kegiatan itu sendiri tapi mereka sudah berani mengambil resiko. Walaupun mereka sudah dapat memanjat tangga dengan satu kaki pada setiap tiang anak tangga untuk beberapa lama, mereka baru saja mulai dapat turun dengan cara yang sama.
Pada usia 5 tahun, anak-anak bahkan lebih berani mengambil resiko dibandingkan ketika mereka berusia 4 tahun. Mereka lebih percaya diri melakukan ketangkasan yang mengerikan seperti memanjat suatu obyek, berlari kencang dan suka berlomba dengan teman sebayanya bahkan orangtuanya (Santrock,1995: 225)
3.      Aspek Perkembangan Bahasa
Hart & Risley (Morrow, 1993) mengatakan umur 2 tahun, anak-anak memproduksi rata-rata dari 338 ucapan yang dapat dimengerti dalam setiap jam, cakupan lebih luas adalah antara rentangan 42 sampai 672. 2 tahun lebih tua anak-anak dapat mengunakan kira-kira 134 kata-kata pada jam yang berbeda, dengan rentangan 18 untuk 286.
Membaca dan menulis merupakan bagian dari belajar bahasa. Untuk bisa membaca dan menulis, anak perlu mengenal beberapa kata dan beranjak memahami kalimat. Dengan membaca anak juga semakin banyak menambah kosakata. Anak dapat belajar bahasa melalaui membaca buku cerita dengan nyaring. Hal ini dilakukan untuk mengajarkan anak tentang bunyi bahasa.
4.      Aspek Perkembangan Sosio-Emosional
Masa TK merupakan masa kanak-kanak awal. Pola perilaku sosial yang terlihat pada masa kanak-kanak awal, seperti yang diungkap oleh Hurlock (1998:252) yaitu: kerjasama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empat, ketergantungan, sikap ramah, sikap tidak mementingkan diri sendiri, meniru, perilaku kelekatan.
Erik Erikson (1950) dalam Papalia dan Old, 2008:370 seorang ahli psikoanalisis mengidentifikasi perkembangan sosial anak: (1) Tahap 1: Basic Trust vs Mistrust (percaya vs curiga), usia 0-2 tahun.Dalam tahap ini bila dalam merespon rangsangan, anak mendapat pengalaman yang menyenamgkan akan tumbuh rasa percaya diri, sebaliknya pengalaman yang kurang menyenangkan akan menimbulkan rasa curiga; (2) Tahap 2 : Autonomy vs Shame & Doubt (mandiri vs ragu), usia 2-3 tahun. Anak sudah mampu menguasai kegiatan meregang atau melemaskan seluruh otot-otot tubuhnya.
Anak pada masa ini bila sudah merasa mampu menguasai anggota tubuhnya dapat meimbulkan rasa otonomi, sebaliknya bila lingkungan tidak memberi kepercayaan atau terlalu banyak bertindak untuk anak akan menimbulkan rasa malu dan ragu-ragu; (3) Tahap 3 : Initiative vs Guilt (berinisiatif vs bersalah), usia 4-5 tahun.
Pada masa ini anak dapat menunjukkan sikap mulai lepas dari ikatan orang tua, anak dapat bergerak bebas dan berinteraksi dengan lingkungannya. Kondisi lepas dari orang tua menimbulkan rasa untuk berinisiatif, sebaliknya dapat menimbulkan rasa bersalah; (4) Tahap 4 : industry vs inferiority (percaya diri vs rasa rendah diri), usia 6 tahun – pubertas.
Anak telah dapat melaksanakan tugas-tugas perkembangan untuk menyiapkan diri memasuki masa dewasa. Perlu memiliki suatu keterampilan tertentu. Bila anak mampu menguasai suatu keterampilan tertentu dapat menimbulkan rasa berhasil, sebaliknya bila tidak menguasai, menimbulkan rasa rendah diri.

Jumat, 04 September 2015

PUPNS 2015

Bagaimana caranya untuk dapat mengikuti PUPNS 2015

Registrasi PUPNS 2015 dapat dilakukan dengan menggunakan web browser pada smartphone, tablet, komputer ataupun laptop, dengan tahapan sebagai berikut :

Registrasi

Klik tombol Register pada portal PUPNS, kemudian klik tombol Daftar dan lengkapi isian pendaftaran. Cetak Nomor bukti pendaftaran (registrasi)

Cek Status Daftar

Cek status persetujuan pendaftaran dari Biro/Badan Kepegawaian masing-masing instansi dengan klik tombol Cek Status

Login ke sistem PUPNS

Login (klik tombol Masuk) kedalam sistem PUPNS jika pendaftaran sudah disetujui, gunakan nomor registrasi dari sistem dan kata kunci (password) yang telah dibuat pada waktu proses pendaftaran.

Cek Data Anda

Centang data yang telah sesuai dan perbaiki data yang belum sesuai, serta lengkapi data riwayat. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data. Pastikan data sudah di cek seluruhnya, jika sudah yakin, cetak data dengan tombol Cetak, lalu kirim data secara elektronik untuk proses verifikasi dengan tombol Kirim.

               

REGISTRASI PUPNS

Cara Registrasi PUPNS (Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil)


1. Buka situs https://pupns.bkn.go.id
2. Klik Menu Daftar






  3.Masukan NIP kemudian klik cari, maka kolom bagian bawah akan terisi secara otomatis. klik lanjut

 

 4. Isi semua kolom seperti yang tertera di bawah ini, kemudian klik registrasi (jangan lupa mengisi chapca)





 NB : isian pada kolom di atas harap dicatat agar tidak lupa di kemudian hari.

5. Setelah klik registrasi akan muncul halaman baru "Registrasi Sukses", kemudian cetak sebagai bukti pendaftaran PUPNS 2015.

Hasil cetal Tanda Bukti Pendaftaran PUPNS 2015 terdapat 2 (dua) bagian, satu untuk untuk diserahkan kepada verifikator dan satunya lagi dipegang oleh PNS bersangkutan.
Baca juga : Solusi Lupa Nomor Registrasi PUPNS

Demikian informasi terkait Cara Registrasi PUPNS (Pendaftaran Ulang Pegawai Negeri Sipil) Tahun 2015, semoga bermanfaat.

Sabtu, 20 Desember 2014

IMPLEMENTASI PROGRAM INDUKSI BAGI GURU PEMULA








I.PENDAHULUAN


Program Induksi bagi Guru Pemula (PIGP) yang selanjutnya disebut program induksi merupakan kegiatan orientasi, pelatihan di tempat kerja, pengembangan, dan praktik pemecahan berbagai permasalahan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling bagi guru pemula pada sekolah/madrasah di tempat tugasnya. Guru pemula adalah guru yang baru pertama kali ditugaskan melaksanakan proses pembelajaran/bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat. Program ini telah dilegalkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2010 tentang Program Induksi Bagi Guru Pemula.
Tujuan program induksi adalah membimbing guru pemula agar dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah, dan melaksanakan pekerjaannya sebagai guru profesional di sekolah/madrasah yang diselenggarakan berdasarkan prinsip profesionalisme, kesejawatan, akuntabel, dan berkelanjutan. Program ini wajib diikuti oleh guru pemula yang berstatus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mutasi dari jabatan lain, sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh jabatan fungsional guru. Bagi guru pemula yang berstatus bukan PNS, program induksi merupakan salah satu syarat pengangkatan dalam jabatan guru tetap pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat.
Program induksi diimplementasikan di satuan pendidikan tempat guru pemula tersebut bertugas dengan mengintegrasikan program lesson study. Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar. Program induksi dilaksanakan selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling lama 1 (satu) tahun, dengan melalui tahapan-tahapan: (1) persiapan, (2) pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya, (3) pembimbingan dan observasi pembelajaran, (4) penilaian, dan (5) pelaporan. Bahan ajar ini menguraikan implementasi masing-masing tahapan tersebut, termasuk peran dan tanggung jawab unsur yang terlibat dalam setiap tahapan.

1.       Pihak-pihak Terkait dalam Program Induksi
Pihak yang terjait dalam implementasi program iduksi adalah: guru pemula, guru pembimbing, kepala sekolah, dan pengawas sekolah, dengan tugas dan tanggung jawabnya sebagai berikut:
a.        Guru Pemula
Guru pemula adalah guru baru yang mendapatkan bimbingan dalam program induksi agar dapat beradaptasi dengan iklim kerja dan budaya sekolah/madrasah, dan melaksanakan pekerjaannya sebagai guru professional, dengan tanggung jawab sebagai berikut:
1)       mengamati situasi dan kondisi, serta lingkungan sekolah/madrasah, termasuk mempelajari data tata tertib, sarana, dan sumber belajar di sekolah/madrasah tempat guru pemula tersebut bertugas;
2)       mempelajari latar belakang siswa;
3)       mempelajari dokumen administrasi guru;
4)       mempelajari kurikulum tingkat satuan pendidikan;
5)       menyusun silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran;
6)       melaksanakan proses pembelajaran;
7)       menyusun rancangan dan instrumen penilaian (ranah kognitif, afektif, dan psikomotor);
8)       melaksanakan penilaian proses dan  penilaian hasil belajar siswa;
9)       melaksanakan tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru, seperti pembina ekstra kurikuler, instruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK);
10)  melakukan observasi di kelas lain; dan
11)       melakukan diskusi dengan pembimbing, kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran maupun tugas lain yang terkait dengan tugasnya sebagai guru.

b.       Pembimbing
Pembimbing adalah guru profesional berpengalaman yang diberi tugas oleh kepala sekolah/madrasah atas dasar profesionalisme dan kemampuan komunikasi. Sekolah/ madrasah yang tidak memiliki pembimbing sebagaimana dipersyaratkan, kepala sekolah/ madrasah dapat menjadi pembimbing sejauh dapat dipertanggungjawabkan dari segi profesionalitas dan kemampuan komunikasi. Jika kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing, kepala sekolah/madrasah dapat meminta pembimbing dari satuan pendidikan yang terdekat dengan persetujuan pengawas dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota atau kantor kementerian agama kabupaten/kota sesuai dengan tingkat kewenangannya.
Kriteria guru yang ditunjuk oleh kepala sekolah sebagai pembimbing adalah, memiliki:
1)         kompetensi sebagai guru profesional;
2)         kemampuan bekerja sama dengan baik;    
3)         kemampuan komunikasi yang baik
4)         kemampuan menganalisis dan memberikan saran-saran perbaikan terhadap proses pembelajaran/bimbingan dan konseling;
5)         pengalaman mengajar pada jenjang kelas yang sama dan pada mata pelajaran yang sama dengan guru pemula, diprioritaskan yang telah memiliki; pengalaman mengajar  sekurang-kurangnya 5 tahun dan  memiliki jabatan sekurang-kurangnya sebagai Guru Muda.

Tanggung Jawab Pembimbing:
1)    menciptakan hubungan yang bersifat jujur, memotivasi, bersahabat, dan terbuka dengan guru pemula;
2)      memberikan bimbingan dalam proses pembelajaran/bimbingan dan konseling
3)      melibatkan guru pemula dalam aktivitas sekolah/madrasah;
4)  memberikan dukungan terhadap rencana kegiatan pengembangan keprofesian guru pemula;
5) memberi kesempatan bagi guru pemula untuk melakukan observasi pembelajaran/bimbingan dan konseling guru lain;
6) melaporkan kemajuan dan perkembangan guru pemula kepada pengawas sekolah/ madrasah;
7)         memberikan masukan dan saran atas hasil pembimbingan  tahap kedua.


c.       Kepala Sekolah
Kepala sekolah adalah kepala satuan pendidikan tempat guru pemula bertugas, dengan tanggung jawab sebagai berikut:
1)       melakukan analisis kebutuhan guru pemula;
2)       menyiapkan Buku Pendoman Pelaksanaan PIGP;
3)       menunjuk  pembimbing yang sesuai dengan kriteria;
4)  menjadi pembimbing, jika pada satuan pendidikan yang dipimpinnya tidak terdapat guru yang memenuhi kriteria sebagai pembimbing;
5)  mengajukan pembimbing dari satuan pendidikan lain kepada dinas pendidikan terkait jika tidak memiliki pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tidak dapat menjadi pembimbing;
6)  memantau pelaksanaan pembimbingan oleh pembimbing;
7)  melakukan pembimbingan terhadap guru pemula serta memberikan saran perbaikan;
8)   melakukan penilaian kinerja;
9)   menyusun Laporan Hasil Penilaian Kinerja untuk disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan terkait, dengan mempertimbangkan masukan dari saran dari pembimbing dan pengawas sekolah/ madrasah, serta memberikan salinan laporan tersebut kepada guru  pemula.

d.   Pengawas Sekolah
Pengawas adalah pengawas satuan pendidikan yang menyelenggarakan program induksi, dengan tanggung jawab sebagai berikut:
1)     memberikan penjelasan kepada kepala sekolah, pembimbing, dan guru pemula tentang  pelaksanaan PIGP termasuk proses penilaian;
2)  melatih pembimbing dan kepala sekolah/madrasah tentang  pelaksanaan pembimbingan dan penilaian dalam PIGP;
3) memantau dan mengevaluasi pelaksanaan PIGP di satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawabnya;
4)     memberikan masukan dan saran  atas isi Laporan Hasil Penilaian Kinerja.


2.       Implementasi Program Induksi
Pengimplementasian program induksi di sekolah berpedoman pada Panduan Kerja yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Berbagai pendekatan dapat digunakan untuk mengimplementasikan program induksi. Berdasarkan kajian saat ini, Prinsip lesson study dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan terbaik dalam mengimplementasikan program induksi. Tahapan-tahapan pada lesson study dapat diintegrasikan ke dalam tahapan-tahapan pelaksanaan program induksi.

a.        Tahap Persiapan
Tahap persiapan dilaksanakan pada bulan pertama implementasi PIGP. Hal-hal yang perlu dilakukan oleh pihak-pihak terkait pada tahap persiapan ini adalah:
1)   Pengawas Sekolah: (a) membuat perencanaan program kepengawasan PIGP, berupa rencana kepengawasan tahunan dan program semester; (b) memberikan pelatihan PIGP bagi kepala sekolah dan calon pembimbing; (c) menyiapkan instrumen monitoring implementasi PIGP; dan (d) memantau persiapan yang dilakukan pihak sekolah/madrasah untuk mengimplementasikan PIGP.
2) Kepala Sekolah: (a) melakukan analisis kebutuhan PIGP; (b) mempersipkan dan melaksanakan pelatihan PIGP bagi kepala sekolah/madrasah dan calon pembimbing; (c) menyiapkan buku pedoman bagi guru pemula; (d)  menunjuk seorang pembimbing bagi guru pemula yang memiliki kriteria sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dengan menerbitkan surat keputusan (SK) kepala sekolah; (e) menyusun rencana tindak implementasi PIGP; dan (f) menyusun jadwal implementasi PIGP.
3)       Pembimbing: (a) Identifikasi kebutuhan guru pemula dengan mempertimbangkan latar belakang pendidikan dan pengalaman guru pemula; (b) melakukan evaluasi diri dengan mengidentifikasi kompetensi yang dimilikinya; (c) menyusun Rencana Tindak Pembimbingan; (d) menyusun jadwal kegiatan pembimbingan; (e) menyusun prioritas pembimbingan.
B. Tahap Pengenalan Sekolah/Madrasah dan Lingkungannya. Tahap pengenalan sekolah/madrasah dan lingkungannya dilaksanakan pada bulan pertama setelah guru pemula melapor kepada kepala sekolah/madrasah tempat guru pemula bertugas. Pada tahap ini dilakukan hal-hal sebagai berikut.
4)       Kepala sekolah memperkenalkan guru pemula kepada guru pembimbing, dewan guru, karyawan sekolah, siswa, dan masyarakat sekitar.
5)     Pembimbing: (1) memperkenalkan situasi dan kondisi sekolah/madrasah kepada guru pemula; (2) memperkenalkan guru pemula kepada siswa; dan (3) mendiskusikan rencana pembimbingan dan pengembangan keprofesian dengan guru pemula.
6)     Guru Pemula: (1) melakukan evaluasi diri; (2) mengamati situasi dan kondisi sekolah serta lingkungannya, termasuk melakukan observasi di kelas sebagai bagian pengenalan situasi; (3) mempelajari buku pedoman dan panduan kerja bagi guru pemula, data sekolah/madrasah, tata tertib sekolah/madrasah, dan kode etik guru; (4) mempelajari ketersediaan dan penggunaan sarana dan sumber belajar di sekolah/madrasah; dan (5) mempelajari kurikulum yang digunakan di sekolah.

b.    Tahap Pembimbingan
Pelaksanaan pembimbingan dilakukan pada bulan ke dua sampai dengan bulan ke sembilan oleh guru pembimbing yang telah ditetapkan oleh kepala sekolah/madrasah. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahap pembimbingan adalah sebagai berikut.
1)       Pengawas sekolah:  (1) memantau kegiatan PIGP; (2) membina/membimbing kepala sekolah dan pembimbing secara teknis; dan (3)  mengevaluasi kinerja kepala sekolah dan pembimbing pada tahap pelaksanaan pembimbingan.
2)       Pembimbing: (1) membimbing guru pemula dalam penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran/satuan layanan bimbingan dan konseling menggunakan prinsip plan pada lesson study; (2) melakukan observasi pembelajaran secara berkala. Proses observasi pembelajaran dan pembimbingan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu pra-observasi, observasi, dan pasca-observasi.

(a)   Pra-observasi
Guru pemula dan pembimbing mendiskusikan, menentukan, dan menyepakati fokus observasi pembelajaran dan pembimbingan. Fokus observasi yang disepakati meliputi paling banyak 5 (lima) indikator kinerja dari keseluruhan indikator kinerja sebagaimana yang tertulis dalam lembar observasi pembelajaran yang akan diisi oleh pembimbing dan lembar refleksi diri yang akan diisi oleh guru pemula. Lima indikator kinerja yang menjadi obyek dalam fokus observasi dapat ditentukan secara berbeda pada setiap pelaksanaan observasi yang didasarkan pada hasil observasi sebelumnya.
(b)Pelaksanaan Observasi
Pembimbing melakukan observasi pembelajaran yang dilaksanakan guru pemula dengan focus paling banyak 5 (lima) indikator kinerja yang telah disepakati pada tahap praobservasi. Pelaksanaan pembelajaran oleh guru pemula dapat juga diobservasi oleh pihak lain selain guru pembimbing, sehingga guru pemula berperan sebagai guru model dalam konsep lesson study. Untuk itu para observer disarankan untuk mengungkap berbagai fakta/fenomena yang menarik tentang aktivitas/proses belajar siswa untuk didiskusikan dalam kegiatan refleksi yang pada akhirnya menjadi pengalaman berharga bagi semua peserta yang hadir.
(c) Pasca-observasi
Kegiatan yang dilakukan pada pascaobservasi adalah: (1) Guru pemula mengisi Lembar Refleksi Pembelajaran Guru Mata Pelajaran/Kelas atau Lembar Refleksi Pembimbingan Guru BK/Konselor setelah selesai pelaksanaan pembelajaran atau pembimbingan; (2) Pembimbing dan guru pemula mendiskusikan proses pembelajaran dan pembimbingan yang telah dilaksanakan. Guru lain yang berperan sebagai observer ketika pelaksanaan proses pembelajaran, dapat mengungkapkan hasil observasinya menggunakan prinsip reflesi pada lesson study; (3) Pembimbing menyampaikan catatan hasil pengamatannya dan hasil pengamatan para observer, selanjutnya dikonfirmasi oleh guru pemula; (4) Pembimbing menentukan skor indikator kinerja untuk indikator-indikator kinerja yang telah disepakati sebagai fokus pengamatan pada Instrumen Penilaian Kinerja Guru; dan (5) Pembimbing memberikan salinan lembar observasi pembelajaran dan pembimbingan kepada guru pemula yang telah ditandatangani oleh guru pemula dan pembimbing untuk diarsipkan sebagai dokumen portofolio penilaian proses (assessment for learning) oleh guru pemula.
c.    Tahap Penilaian
Penilaian dalam program induksi dapat dilakukan melalui observasi pembelajaran dan observasi pelaksanaan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja Guru. Penilaian dilakukan dalam dua tahap, yaitu  Penilaian tahap pertama yang dilakukan oleh pembimbing bersamaan dengan proses pembimbingan pada bulan kedua sampai bulan kesembilan (assessment for learning),  yang dilaksanakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam setiap bulan atau minimal 6 (enam) kali selama masa penilaian tahap pertama. Tujuan penilaian tahap pertama ini adalah untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang perlu dikembangkan, memberikan umpan balik secara reguler, dan memberikan saran perbaikan dengan melakukan diskusi secara terbuka tentang semua aspek mengajar dengan suatu fokus spesifik yang perlu untuk dikembangkan. Pembimbing dapat memberikan contoh proses pembelajaran dan pembimbingan yang baik di kelasnya atau di kelas yang diajar oleh guru lain. 
Penilaian tahap kedua dilaksanakan pada bulan kesepuluh sampai dengan bulan kesebelas berupa observasi pembelajaran/pembimbingan, ulasan, dan masukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah, yang mengarah pada peningkatan kompetensi dalam pembelajaran/pembimbingan. Penilaian tahap kedua merupakan penilaian hasil (asesment of learning) yang bertujuan untuk menilai kompetensi guru pemula dalam melaksanakan proses pembelajaran/pembimbingan dan tugas lainnya. Observasi pembelajaran/pembimbingan pada penilaian tahap kedua dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali, sedangkan oleh pengawas sekolah/madrasah sekurang-kurangnya 2 (dua) kali.
Observasi pembelajaran/pembimbingan dalam penilaian tahap kedua oleh kepala sekolah/madrsah dan pengawas disarankan untuk tidak dilakukan secara bersamaan, dengan pertimbangan agar tidak menggangu proses pembelajaran dan pembimbingan. Apabila kepala sekolah/madrasah dan pengawas menemukan adanya kelemahan dalam pelaksanaan proses pembelajaran dan pembimbingan oleh guru pemula, maka kepala sekolah/madrasah dan/atau pengawas wajib memberikan umpan balik dan saran perbaikan kepada guru pemula.
Hasil penilaian kinerja guru pemula pada akhir PIGP ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pembimbing, kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah dengan mengacu pada prinsip profesional, jujur, adil, terbuka, akuntabel, dan demokratis. Peserta PIGP dinyatakan berhasil, jika semua sub-kompetensi pada penilaian tahap kedua paling kurang memiliki nilai baik.

d.    Tahap Pelaporan
Penyusunan laporan dilaksanakan pada bulan ke sebelas setelah penilaian tahap kedua dilaksanakan, dengan prosedur sebagai berikut:
1) Penentuan keputusan pada Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula berdasarkan pengkajian penilaian tahap kedua dengan mempertimbangkan penilaian tahap pertama. Selanjutnya guru pemula dinyatakan memiliki nilai kinerja dengan kategori amat baik, baik, cukup, sedang, atau kurang. Untuk menentukan keputusan nilai kinerja guru pemula, kepala sekolah membuat rekapitulasi hasil nilai penilaian kinerja.
2) Penyusunan draft  Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula oleh kepala sekolah/madrasah berdasarkan pembahasan dengan pembimbing dan pengawas sekolah/madrasah.
3) Penandatanganan Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah dan pengawas sekolah/madrasah.
4) Pengajuan penerbitan sertifikat PIGP dilakukan oleh kepala sekolah/madrasah yang disampaikan kepada kepala dinas pendidikan atau kepala kantor kementerian agama kabupaten/kota bagi guru pemula yang telah memiliki Laporan Hasil Penilaian Kinerja Guru Pemula dengan nilai baik. Sertifikat tersebut menyatakan bahwa peserta PIGP telah berhasil menyelesaikan PIGP dengan nilai baik.
Ringkasan implementasi PIGP dapat dilihat pada diagram alur di bawah.