Kamis, 06 November 2014

PROSEDUR PELAKSANAAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS



A.    MERANCANG PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK)
1.      Refleksi Awal
Melakukan refleksi merupakan langkah awal untuk melakukan PTK. Refleksi awal adalah kegiatan atau aktivitas untuk mengidentifikasi masalah yang dirasakan guru dalam proses pembelajaran sebagai rasa tanggung jawabnya untuk meningkatkan kinerjanya. Untuk mengidentifikasi masalah, guru harus dapat menangkap kesenjangan antara apa yang seharusnya terjadi dengan apa yang terjadi pada kenyataan. Contoh identifikasi masalah: 
Mengapa siswa tidak termotivasi untuk belajar?
Mengapa banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan soal postes?
Apakah ada yang salah dalam mengajar?
Pertanyaan-pertanyaan semacam itu muncul sebagai hasil dari proses identifikasi masalah.
2.       Melaksanakan Studi Pendahuluan
Studi pendahuluan adalah proses pengkajian dan analisis yang dilakukan peneliti untuk memperdalam dan meningkatkan wawasan tentang permasalahan hasil dari refleksi awal serta meningkatkan pemahaman peneliti tentang alternatif tindakan yang dapat dilakukan dalam rangka pemecahan masalah. Ada dua kepentingan melakukan studi pendahuluan, yaitu:

a.    Pertama, studi pendahuluan berhubungan dengan perumusan fokus masalah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merumuskan fokus masalah, yakni:
1)   Masalah yang dijadikan topik penelitian diarahkan untuk memperbaiki proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan karakteristik dan ciri dari PTK itu sendiri sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja guru. Dengan demikian, masalah dalam PTK tidak berangkat dari keingintahuan guru atau peneliti, tapi keinginan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
2)   Masalah dalam PTK harus masalah yang memiliki nilai guna secara praktis. Bagaimanapun menariknya suatu masalah tetapi tanpa memiliki nilai guna, maka penelitian itu tidak akan berarti.  
3)   Masalah dalam PTK harus sesuai dan bahkan tidak keluar dari program pembelajaran. Artinya, PTK bukan hanya untuk kepentingan penelitian belaka, akan tetapi  adanya tindakan nyata dari guru untuk memperbaiki proses pembelajaran. Dengan demikian, seting dari pelaksanaan penelitian tidak keluar atau harus ada di dalam proses pembelajaran. Dengan kata lain, guru tidak menciptakan seting bukan hanya untuk kepentingan penelitian saja. Akan tetapi pelaksanaan penelitian sesuai dengan program pembelajaran yang ada.
4)   Masalah dalam PTK harus sesuai dengan kondisi nyata di sekolah. Artinya, masalah yang diangkat dalam program PTK adalah masalah yang tidak mengada-ada.
Sesuai dengan kriteria masalah di atas, maka ada beberapa saran dalam memfokuskan masalah PTK.
1)   Pilih masalah yang memang berhubungan atau dirasakan sendiri oleh guru dan siswanya sesuai dengan proses pembelajaran.
2)   Pilih masalah yang sesuai dengan kemampuan guru dan kemampuan sekolah untuk mengatasinya.
3)   Fokuskan masalah dalam skala yang cukup kecil, sehingga benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh guru.
4)   Kaitkan fokus masalah dengan rencana sekolah, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sekolah.
5)   Rumuskan fokus masalah dengan kalimat pertanyaan, sehingga memudahkan guru untuk menjawabnya melalui berbagai tindakan yang dapat dilakukan.
b.    Kedua, studi pendahuluan juga penting untuk meningkatkan pemahaman guru secara konseptual terhadap fokus masalah, sehingga hasilnya dapat memunculkan hipotesis tindakan. Tanpa hipotesis, maka proses pengumpulan data itu merupakan suatu usaha pencarian secara membabi buta. Sebab hipotesis itu memberikan pedoman dan pengarahan pada penyelidikan dan pemecahan masalah. Hipotesis adalah jawaban sementara dari masalah penelitian yang perlu diuji kebenarannya melalui pengumpulan dan  analisis data. Walaupun hipotesis sifatnya hanya jawaban sementara, akan tetapi jawaban itu harus didasarkan pada studi pendahuluan.
Pelaksanaan studi pendahuluan dapat dilakukan dalam beberapa cara, diantaranya:
1)        mengkaji literatur yang relevan dengan topik masalah,
2)        mengkaji hasil penelitian yang telah dilakukan orang lain,
3)        mengadakan konsultasi dan diskusi baik dengan teman sejawat yang memiliki pengalaman lebih atau peneliti dari LPTK.
3.      Merancang pelaksanaan PTK
Ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam merancang pelaksanaan PTK diantaranya adalah sebagai berikut.
a.       Menentukan model PTK yang akan digunakan
Tidak ada suatu pedoman model mana yang dapat kita tentukan untuk melaksanakan PTK. Semuanya sangat tergantung pada permasalahan serta pemahaman peneliti terhadap model yang dipilih. Guru atau peneliti dapat memodifikasi model tertentu yang disesuaikan dengan situasi atau keadaan sekolah tempat guru tersebut bertugas.
b.      Menyusun desain dan langkah-langkah tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan fokus masalah dan hipotesis penelitian.
c.       Mengidentifikasi berbagai komponen yang diperlukan untuk kelancaran pelaksanaan PTK, misalnya melakukan koordinasi dengan orang-orang yang akan terlibat dalam pelaksanaan PTK, serta menyusun program kegiatan termasuk jadwal pelaksanaan tindakan kelas.
d.      Mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk tindakan yang akan dilaksanakan termasuk menyediakan alat dan bahan yang diperlukan serta menyusun instrumen penelitian seperti pedoman observasi.

B.     PELAKSANAAN PTK
Sebuah rancangan atau rencana akan memberikan petunjuk dalam melaksanakan sesuatu. Pelaksanaan tindakan tanpa rencana maka akan mengakibatkan tindakan itu tidak akan terarah. Oleh karena itu, tindakan dalam pelaksanaan PTK akan sangat bergantung pada perencanaan yang disusun.
1.    Makna siklus dalam pelaksanaan PTK
Siklus atau putaran dalam PTK adalah satu kali proses pembelajaran sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Dalam PTK dapat terdiri atas beberapa siklus. Setiap siklus mencerminkan kondisi tertentu, baik dilihat dari aspek permasalahan yang dikaji maupun hasil belajar seperti gambar berikut.


1 komentar: